Latest Entries »

NASEHAT BUAT DIRIKU

Yan……..!! Kebahagiaan yang sebenarnya itu adalah kebahagiaan yang datang tanpa sebab. kebahagiaan yang sejati itu adalah kebahagiaan yang kita rasakan ketika kita membuat orang lain berbahagia. maka jangan takut untuk berbagi. Allah tak pernah Ingkar Janji. sebagaimana JanjiNya kalau kau menyedaqahkan Hartamu, dan kamu bersyukur padanya maka ia melipatgandakan Rezkimu. itu matematika rezeki tuhan.

Yan……!! Ditangguhkannya do’a-do’amu bukan berarti Allah tak mendengar apa yang kau minta. jangan takut kau meminta padanya selama kau mengerti dan memahami hakikat dari permintaanmu itu. karena Allahlah yang maha Pemberi. Yakinlah hal itu!! jadi mintalah apa yang sudah kamu ketahui manfaatnya buat dirimu, dan agamamu. View full article »

SENJA MERAH DI KAKI LANGIT

This slideshow requires JavaScript.

This slideshow requires JavaScript.

“Sesuatu itu akan INDAH, jika sudah sampai waktunya” begitulah setidak-tidaknya pesan Imam Ibn Athaillah dalam karya monumentalnya Al-Hikam. Secara sadar atau tidak, kata-kata itu telah menjadi energi baru dalam hidupku, mengangkatku untuk kembali bangkita saat aku terjatuh. Memberikan kekuatan baru saat aku lemah…..

Mari kita duduk sejenak, mencurahkan segala potensi pikir kita beranjak dari kesibukan tentang dunia. Istirahatkan sejenak pikiran kita dari pekerjaan kita mencari harta benda, Istirahatkan sejenak pikiran kita dari setiap persoalan yang ada, Istirahatkan sejenak pikiran kita dari problema CINTA yang tak ada akhirnya. View full article »

HAKEKAT KEINGINAN

Baiklah mari kita mulai tentang sejumlah keinginan yang ada dalam diri kita, terlepas dari baik dan tidaknya keinginan itu, terlepas dari benar tidaknya keinginan itu, pernahkah kita bertanya dari mana datangnya keiginan…? dan mengapa kita punya keinginan demikian..?

Pertama-pertama aku melihat datangnya keinginan tersebut dari adanya beberapa fakta di sekeliling kita. Misalnya tetangga kita punya mobil, kita melihat dia begitu menikmati hidupnya dengan mobil barunya. Baru kemudian dalam diri kita timbullah keinginan untuk punya mobil juga, padahal sebenarnya yang kita inginkan bukan mobilnya tapi kenikmatan dalam hidup seperti tetangga kita yang menikmati hidupnya dengan perantaraan mobilnya. View full article »

DI PERKOSA DUNIA

Pagi itu datang lagi, aktivitas bumi pun di mulai, deru mesin-mesin kendaraan dan pabrik sudah mulai berbunyi. Bagaikan tangis bayi di yang menyambut mentari. Namun bukan manusia namanya jika tak punya ambisi, bukan manusia juga namanya jika tak punya nurani. Dan bukan manusia juga namanya jika tak bisa memahami kalau dunia ini tak pernah abadi.

Namun hanya sedikit diantara mereka yang mau menyadari dan mencoba memahami, tentang pertanyaan hakekat diri hakekat hidup ini. Bahkan tidak sedikit sebagian dari mereka yang menganggap orang yang bertanya adalah gila, atau tidak sedikit pula diantara mereka tak ambil pusing untuk memikirkannya. Hingga akhirnya kebenaran hanya sebatas sebagai mana anggapan pada umumnya. View full article »

Konon disebuah disebuah negeri antah berantah sana, hiduplah seorang pemuda yang sejak kecil ia dibesarkan dilingkungan pesantren. Secara otomatis ia banyak menimba ilmu agama di sana. Selama dia disana dikenal sebagai santri yang baik dan taat beribadah.

Sepuluh tahun kemudian ia pergi ke kota untuk menimba ilmu di sana tapi dia terpedaya oleh kehidupan kota yang jauh berbeda dengan lingkungan pesantrennya. Singkat cerita ia pun sudah mulai suka minum-minuman keras bersama teman-teman barunya, kediskotik, main judi dan togel, serta sering taruhan pada setiap ada pertandingan bola. Tapi satu hal yang tak pernah ia lakukan yaitu berzinah dengan perempuan. View full article »

Demikian Pertentangan pemikiran yang terjadi antara Parmeneides yang dalam konsep dialektika berdiri sebagai Tesa awal, dan Heraclitos sebagai antitesa. Namun dua orang tokoh selanjutnya mensistesiskan pemikiran kedua tokoh di atas, mereka adalah Empedocles yang hidup kira-kira 490-430 SM. Filosof yang satu ini berasal dari Sicilia. Sedangkan yang kedua adalah Anaxogoras. Kedua Tokoh ini kami sebut sebagai Tokoh Gelombang Ketiga.

Empedocles berusaha menuntun kedua tokoh (Parmeneides dan Heraclitos) serta tokoh-tokoh sebelumnya untuk keluar dari kekacauan pikiran dan persepsi yang telah mereka masuki selama ini. Dia berpendapat bahwa antara Parmeneides dan Heraclitos, masing-masing benar dalam salah satu penegasan mereka, namun salah dalam penegasan yang lain. View full article »

Pada tulisan sebelumnya telah di sampaikan tentang perdebatan ketiga Filosof Miletus menyangkut tentang unsur pertama pembentuk semesta. Dimana ketiga filosof tersebut (Thales, Anaximander dan Anaximenes) percaya pada keberadaan satu zat dasar sebagai sumber dari segala hal. Saya menyebutnya mereka itu adalah filosof Alam Gelombang Pertama yang memiliki proyek pemikiran tentang unsur dasar terjadinya Semesta.

Namun persoalannya kemudian bagaimana mungkin satu zat dapat dengan tiba-tiba berubah menjadi sesuatu yang lain? Kita menyebutnya ini sebagai masalah perubahan. Pada persoalan ini ada dua tokoh yang ikut andil dalam proyek pemikiran ini. Kami sebut sebagai Filosof Alam Yunani Gelombang Kedua. View full article »

MENYIKAPI RINDU SECARA BIJAKSANA

Awan gelap bergerak pelan mengikuti irama angin, mengatur formasi untuk menyerang bumi dengan tetesan air hujan. Memberi berkah pada tumbuh-tumbuhan dan makhluk lainnya. Senyum ceria tampak terlihat cerah dari permukaan bumi menyambut datangnya hujan sebagai anugerah dari ilahi.

Tapi tak selamanya hujan disambut dengan senyum renyah penuh kebahagiaan, dibelahan pelosok kota di berbagai belahan bumi lainnya, juga tersimpan rasa was-was dan khawatir. Ketakutan itu bukan tanpa alasan dan sebab-sebab kenyataan yang ada, tapi ada serangkaian pengalaman yang membuat mereka terpaksa harus pindah dari sarangnya. Karena air hujan tersebut ternyata mengambil tempat pula dikediaman mereka. View full article »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.